HKI, Sangat Penting Namun Sering Diabaikan

image

 

 

Bagi pelaku usaha saat ini wajib untuk memahami HKI (Hak Kekayaan Intelektual) bila tidak ingin mengalami kerugian besar dikemudian hari. Mengapa bisa rugi? Tentu sangat bisa, bilamana tiba-tiba saja Anda mengetahui produk Anda sudah dijiplak oleh pesaing tanpa Anda bisa berbuat apa-apa, atau tiba-tiba Anda mendapat tuntutan ganti rugi yang luar biasa besar karena dituduh telah melanggar paten suatu merek dagang. Bisa runyam kalau sudah begini, biar gak tambah runyam yuk baca info berikut ini.

Terutama di Indonesia HKI masih belum menjadi kesadaran umum, terbukti masih banyak produk bajakan dijual bebas di pasaran. Namun jangan menganggap remeh masalah HKI, di era globalisasi dan keterbukaan informasi saat ini apalagi dimasukkannya TRIPs dalam paket Persetujuan WTO di tahun 1994 menandakan dimulainya era baru perkembangan HKI di seluruh dunia. Dengan demikian pada saat ini permasalahan HKI tidak dapat dilepaskan dari dunia perdagangan dan investasi.

Di level internaisonal pelajaran dari dua produsen peranti informasi dan komunikasi dunia, Apple asal AS dan Samsung asal Korea Selatan, sekitar setahun lebih mereka saling gugat.  Keduanya sama-sama pernah kalah, juga menang. Samsung, misalnya, menang atas gugatan paten teknologinya di Belanda, sedangkan di AS justru Samsung yang menjadi pelanggar paten teknologi Apple. Di Korea Selatan, hakim memutuskan: Samsung maupun Apple sama-sama didenda, karena masing-masing dianggap melanggar paten teknologi satu dengan yang lain. Kasus ini cukup bikin pusing, dan... sepertinya  akan berjalan panjang. Karena, saling gugat ini diperkirakan masih berlanjut di 10 negara lagi!

Menurut konsultan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari kantor hukum Assegaf Hamzah & Partners, Ari Juliano Gema, kasus Apple VS Samsung sebetulnya bukan perselisihan soal paten semata, tapi juga menyangkut soal HKI secara lebih luas. Berikut ini beberapa pelajaran yang perlu disimak pelaku usaha berkaitan perseteruan tersebut:

1. Jangan sembarang meniru ide

Mungkin Anda pernah mendengar istilah ATM:  Amati, Tiru dan Modifikasi? Ari menegaskan, sepanjang masih dalam ide, perilaku ATM masih dibolehkan. Tapi...  jika ide itu diwujudkan dalam suatu produk, Anda harus hati-hati. Jangan sampai Anda meniru produk yang dibuat oleh kompetitor. Kalau kompetitor Anda  sudah mendaftarkan HKI dari produk tersebut, maka kelak Anda akan bisa diklaim dan digugat oleh kompetitor Anda sebagai pelanggar HKI.

Contoh: Ada ide membuat ayam goreng tepung. Boleh saja Anda ikut-ikutan membuat fried chicken ini. Tapi, begitu ada orang lain yang juga membuatnya dengan merek tertentu, lalu Anda tiru pula mereknya, nah, inilah langkah yang membuat Anda bisa berhadapan dengan kasus pelanggaran HKI.

2. Yuk, daftar HKI

Apabila Anda sudah punya produk dan memiliki potensi pasar menjanjikan, jangan lupa mendaftarkan HKI produk ini. Dengan demikian, ketika ada kompetitor yang meniru produk ini, Anda bisa klaim sebagai pelanggar HKI.

3. Be specific!

Sejak awal pembuatan produk, Anda wajib mengidentifikasi jenis HKI apa saja yang bisa melekat di  produk Anda. Jadi, pahami dulu produk Anda. Ambil contoh produk handphone. Dari tampilan luarnya yang unik dan menarik, bisa didaftarkan sebagai desain industri. Namanya yang khusus, didaftarkan sebagai merek. Teknologinya yang baru dan belum ditemukan pada handphone lain, dapat didaftarkan patennya, dan aplikasi canggih dan baru di dalamnya, bisa didaftarkan sebagai hak cipta.

4. Produk saya hanya produk lokal?

Sebagai pengusaha,  Anda jangan berpikir sempit bahwa produk Anda hanya akan dikenal di daerah Anda saja. Dengan teknologi informasi yang sangat berkembang sedemikian canggih, disertai distribusi yang juga makin bagus, menjadikan produk itu bisa tersebar dengan sendirinya. Di sinilah produsen harus berhati-hati. Sebab, bisa saja produk yang tadinya Anda pikir hanya tersebar lokal, lalu mengalir ke daerah lain, dan akan bersinggungan dengan produk sejenis, yang ternyata sudah dilindungi HKI. Ini akan menjadi trigger bagi usaha Anda berhadapan dengan hukum.

5. Pendaftaran HKI bersifat teritorial

Samsung menang di Belanda, tapi kalah di AS. Di Korsel, Samsung dan Apple sama-sama didenda. Ini gara-gara satu prinsip dari HKI, kecuali hak cipta (karena hak cipta sebetulnya tidak perlu didaftarkan, dia otomatis dilindungi begitu diciptakan), yakni pendaftaran HKI itu bersifat teritorial. Artinya, HKI suatu produk hanya dilindungi di negara di tempat ia didaftarkan. Jadi, dalam kasus Samsung dan Apple, ketika mereka mendaftarkan di suatu negara, maka mereka dilindungi hanya di negara tersebut. Dengan demikian, efek dari keputusannya hanya di negara tersebut. Pelajaran penting di sini: produsen harus punya business plan yang jelas tentang di mana saja ia akan memasarkan produknya. Jika produknya hanya akan laku di seputaran nasional, ya, cukup daftarkan di Indonesia. Tapi, kalau dia memperkirakan pasar produknya bisa meluas hingga ASEAN misalnya, maka dia perlu daftarkan HKI produknya ke tiap negara ASEAN. Dengan begitu, otomatis produknya terlindungi di negara-negara tempat produk itu diekspor.

6. Jangan Gaptek

Kini, dalam hitungan detik saja selalu tercipta teknologi baru. Di satu sisi, teknologi, terutama didorong oleh teknologi informasi, memperbanyak pilihan berkarya, mempercepat promosi produk dan  pembaruan produk. Tapi, di sisi lain, teknologi informasi juga bisa jadi  sarana untuk ‘mengintip’ produk lain. Kita memang belum tahu, siapa menyontek siapa dalam kasus Apple dan Samsung.  Apa pun hasilnya, teknologi yang membantu si penyontek. Karena itu, mau tak mau, sebagai pengusaha, Anda harus melek, akrab, dan pastinya up to date dengan teknologi informasi. Teknologi ini bukan hanya untuk pengembangan produk dan mengetahui perkembangan pasar, tapi juga untuk memproteksi produk Anda.

“Btw” HKI apaan sih kok begitu penting banget? Yup, Hak Kekayaan Intelektual, disingkat “HKI” atau akronim “HaKI”, adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR), yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasikan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia pada intinya HKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

Secara garis besar HKI dibagi dalam 2 (dua) bagian,yaitu: (untuk keterangan lebih detil bisa klik situs Dirjen HKI di www.dgip.go.id )

1)  Hak Cipta (copyright);

2)  Hak kekayaan industri (industrial property rights), yang mencakup:

- Paten (patent);

- Desain industri (industrial design);

- Merek (trademark);

- Penanggulangan praktek persaingan curang (repression of unfair competition);

- Desain tata letak sirkuit terpadu (layout design of integrated circuit);

- Rahasia dagang (trade secret).

Nah kalo Anda sudah mulai aware tentang HKI tentu timbul pertanyaan, gimana cara daftarnya? Kemana harus didaftarkan? Jangan pusing dulu berikut langkah – langkah yang perlu Anda tempuh cukup mudah dan gak ribet.

Pertama, tinggal klik situs Dirjen HKI di www.dgip.go.id Pengusaha bisa mendapat informasi dan pengetahuan umum tentang HKI dan jenis HKI apa saja yang bisa dia klaim atau lindungi. Khusus untuk merek, malah Anda bisa cek langsung apakah merek yang Anda inginkan tersebut sudah dimiliki pihak lain atau tidak. Caranya:

- Setelah masuk www.dgip.go.id , Anda klik fitur ‘layanan online’.

- Sesudahnya, klik ‘data merek Indonesia’, akan keluar tampilan fasilitas online data merek Indonesia.

- Anda masukkan nama merek dagang/jasa yang diinginkan di kotak yang tersedia, lalu enter. Maka, akan keluar sejumlah merek yang memakai nama tersebut, jika ada.

- Jika merek sama, tapi barang atau jasa berbeda, itu boleh didaftarkan.

Kedua, bertanya langsung secara formal kepada petugas Dirjen HKI, baik di Dirjen HKI pusat maupun di kantor wilayah yang tersebar di berbagai provinsi. Hubungi bagian informasi. Layanan ini gratis. Dapatkan informasi hingga jelas agar Anda bisa mendaftarkan sendiri HKI produk Anda.

Ketiga, berkonsultasi kepada konsultan HKI. Biasanya, pengusaha memakai jasa konsultan HKI agar tidak direpotkan oleh proses pendaftaran HKI, atau pengusaha ini sedang bermasalah soal HKI. Namun, disarankan Anda memahami soal HKI  --paling tidak secara umum-- melalui situs Dirjen HKI atau bertanya langsung ke Dirjen HKI, sebelum ke konsultan HKI. Daftar konsultan HKI ini bisa ditanyakan di Dirjen HKI. Untuk memastikan profesi konsultan HKI, ia harus menunjukkan kartu sebagai konsultan HKI dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Tentang biaya, konsultan HKI memberikan berbagai paket harga untuk konsumen yang membutuhkan jasanya. Anda jangan khawatir biaya tersebut langsung dikeluarkan saat pertama bertemu. Bagaimanapun, konsultan HKI memiliki kewajiban menyosialisasikan soal HKI, tak semata-mata komersial. Pertemuan awal pun bisa dibilang ajang pemaparan kebutuhan Anda untuk pengurusan HKI, sekaligus menilai kemampuan si konsultan ini menanganinya. Karena, ada konsultan HKI yang spesialisasinya mengurus paten, ada juga yang khusus merek, dan sebagainya.

Nah tunggu apalagi, buruan daftarkan hasil kreatifitas Anda, terutama bagi Anda entrepreneur muda, jangan sampai kreatifitas dan inovasi hilang gara-gara gak paham soal HKI karena sesungguhnya manfaatnya luar biasa besar bagi kelangsungan usaha Anda.  


Sumber:

http://wanitawirausaha.femina.co.id/

Narasumber: Ari Juliano Gema, Assegaf Hamzah & Partners

http://www.dgip.go.id/

 


2 Komentar
image

Fri, 5 Jul 2013 @12:46

ipbranding

Salam Sukses,
hal terpenting dalam memilih maupun akan menjalankan Business Opportunity,Franchise,atau Waralaba
bukan semata-mata terletak pada seberapa bagus produk yang akan di jual,serta seberapa besar kebutuhan pasar akan produk tersebut.
pernahkah terbayangkan tiba-tiba anda harus mengganti merek disaat business sedang berkembang pesat karena adanya tuntutan dari pihak lain atas Merek yang digunakan ?

Sedangkan untuk mendapatkan konsumen yang loyal,kita harus selalu mengedepankan innovation. namun besarnya biaya untuk menebus sebuah innovation tanpa adanya perlindungan hukum terhadap merek merupakan langkah yang sia-sia,
coba anda bayangkan berapa banyak waktu,tenaga,fikiran,bahkan uang yang terbuang demi tercapainya innovation sebuah merek.bagaimana rasanya jika merek tersebut di palsukan oleh competitors anda? Kesadaran akan pentingnya mendaftarkan merek dagang merupakan bukti nyata keseriusan anda dalam membangun sebuah business.

inilah pentingnya fungsi mendaftarkan

image

Mon, 8 Jul 2013 @14:00

ipbranding

Jangan asal mendaftarkan merek,paten,hak cipta,desain industri,serta rahasia dagang.mengingat lamanya waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan sertifikat merek.pastikan prosedur pendaftaran merek,paten,desain Industri,dan hak cipta anda benar agar tidak terhambat usul tolak.BAYANGKAN dan HITUNG berapa Biaya Promo serta waktu yang sudah anda habiskan demi innovasi merek tesebut yang ternyata merek tersebut terhambat usul tolak.

konsultasikan terlebih dahulu perihal merek dagang pada http://www.ipindo.com/ konsultan hki terdaftar.

Ipindo konsultan HKI terdaftar juga melayani jasa perpanjangan merek,pengalihan merek, jasa pendaftaran paten atau invensi (penemuan technology serta Proses), pemeliharaan paten,pendaftaran desain industri,pendaftaran hak cipta,lisensi bisnis,konsultasi bisnis dan permasalahan hki secara online.

untuk mempermudah serta meningkatkan image brand anda,layanan satu atap kami dapat membantu anda dalam hal: desain logo,design packaging/kemasan,corporate iden


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+6+4

 

Don't miss it

 

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

SLINK

RSS Feed

Copyright © 2017 bony & partners · All Rights Reserved