Berwirausaha di Semarang

image

"kira2 gimana ya ide2 kreatif dapat dijual?... yang membuat Semarang ketinggalan dibanding kota2 lainnya karena Orang Semarang rata-rata super cuek, konservatif, dan sensitif harga"...itulah yang sering dikeluhkan sebagian wirausahawan di Semarang... 

...jadi sering bingung kalo ditanya teman/kerabat dari luar kota tempat makan baru yang asik di Semarang.... tapi akhirnya punya cara sendiri menjawabnya... tempat baru yang asik aku kurang paham... yang ada tempat lama dan klasik...

mungkin bagi sahabat yang ingin berwirausaha di Semarang sebaiknya benar2 persiapakan ekstra mental dan modal, kenapa?:
1. Butuh waktu yang lebih lama untuk meyakinkan masyarakat Semarang mengenai usaha/produk Anda dibanding kota lainnya.
2. Sangat sensitif harga dan tingkat persaingan yang tajam menyebabkan Anda harus mengurangi margin keuntungan dibanding bila berusaha di kota lainnya.
3. Ada yang unik dari pola konsumen masyarakat Semarang yaitu tidak begitu suka dengan mencoba-coba sesuatu yang baru, tapi sangat setia bila sudah terlanjur suka.
4. Masyarakat Semarang tidak begitu suka dengan variasi yang aneh-aneh atau unik, tapi lebih suka dengan hal yang jelas dan mudah dimengerti.
5. Sebaiknya hindari membuka usaha di Semarang karena tren/latah, pernah sempat tren buka frenchise lokal usaha ayam goreng dan awal pembukaan sangat ramai, maka banyak yang ikut2an buka dan hampir setiap sudut kota berdiri franchise tsb, yang terjadi hanya sesaat dan tidak beberapa lama lalu tutup karena sepi pembeli.

Dari hal tersebut di atas menyebabkan ROI menjadi lambat jadi modal harus dipersiapakan dengan tenggat waktu yang lebih panjang, Di Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja rata-rata ROI butuh waktu 6 bulan -1 tahun untuk kategori kuliner, di Semarang bisa butuh 1-2 tahun. Semoga bermanfaat..

Salam Sedulur
Salam Sukses

 

Don't miss it

 

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

SLINK

RSS Feed

Copyright © 2017 bony & partners · All Rights Reserved